Sunday, September 24, 2017

Mengatasi Lemari Berjamur

Almari adalah satu diantara perlengkapan rumah tangga yang umumnya di buat berbahan basic kayu, plastik, triplek maupun limbah kayu berbentuk serbuk gergaji yang dipadatkan (particle board). Almari juga adalah satu barang yang memiliki banyak manfaat. Hal semacam ini tampak dari banyak type almari dan peranannya. Ada almari hias, almari/rack buku, almari/rack piring, almari/rack sepatu serta almari baju dengan dua pintu, tiga pintu, bahkan juga ada yg tidak berpintu. Ukurannya juga bermacam, ada yang tinggi besar, tengah ataupun kecil, sesuaikan keperluan semasing.
Dengan peranan dan bahan baku yang bermacam, almari membutuhkan perawatan atau pembersihan yang teratur serta langkah yang berlainan sesuai sama type berbahan. Satu diantara almari yang membutuhkan perawatan ekstra yaitu almari memiliki bahan basic serbuk gergaji yang dipadatkan (particle board), seperti bahan basic almari baju/meja belajar merk " Olympic "
Pada kondisi suhu spesifik terlebih suhu dingin/lembab, almari dengan bahan particle board lebih rawan berjamur, hingga kita mesti betul-betul memberi perawatan ekstra. Terkecuali gampang berjamur, almari dengan bahan ini sangat disenangi jadi tempat semut-semut bertelur. Umumnya semut merah yang kecil -kecil serta semut hitam yang agak besar.
Di bawah ini adalah sebagian panduan simpel untuk menghindar & menangani almari berjamur :
Janganlah meletakkan almari sangat melekat ke dinding. Karna pada musim hujan, dinding mempunyai tingkat kelembaban yang cukup tinggi, hingga bisa mengakibatkan tumbuhnya jamur. Tempatkan almari lebih kurang 5-10 cm dari dinding tempat tinggal anda.
Bersihkanlah almari dengan keluarkan beberapa barang yang ada didalamnya. Lalu jemur almari atau dekatkan dengan sinar matahari. Kerjakan minimum 1 bulan sekali.
Bila almari telah terlanjur berjamur, bersihkanlah almari dengan lap kering hingga gumpalan jamur betul-betul bersih, lantas lap kembali dengan lap basah. Kemudian, jemur almari hingga betul-betul kering, lalu gosok/lap dengan minyak kayu putih/alkohol (bisa bersihkan & membunuh jamur, dan cepat menguap/kering)
Langkah paling akhir, sebelumnya almari dipakai kembali. Taruh sebagian kapur barus dalam almari. Langkah beda yaitu, kapur barus dihaluskan lalu dibungkus kain serta digosok-gosokkan keseluruh permukaan almari.
Untuk menghindar kembalinya jamur, sisi belakang almari bisa dilapis dengan Lakban serapat mungkin saja. Lakban dapat juga menghindar kelembaban almari waktu bersentuhan dengan dinding.
Jalan keluar beda untuk menghindar kembalinya jamur dengan melapisi almari anda memakai cat kayu bening (tidak berwarna) berbahan melamin. Melamin dapat dibeli di toko bangunan lalu digabung tiner kemudian dapat memakai kuas untuk mengecat almari berjamur itu.
Harga Lemari Anti Jamur

Cara Memanen Air Hujan

Telah terlihat beragam sinyal tanda ada krisis air di beberapa negara di dunia sekarang ini. Rencana memanen air hujan (rain water harvesting) bisa dikerjakan untuk menangani ada krisis air ini. Arti memanen air hujan sesungguhnya datang dari bagian pertanian yang berusaha untuk penuhi keperluan air untuk pertanian.
Sekarang ini, usaha memanen air hujan jadi sisi perlu dalam agenda “global environmental water resources management“ dalam penanggulangan ketimpangan air pada musim hujan serta kemarau, kekurangan supply air bersih masyarakat dunia, dan penanggulangan banjir serta kekeringan.
Dinegara maju sekarang ini ada kecenderungan ‘trend’ buat kolam tandon taraf rumah tangga. Tandon taraf rumah tangga ini dipakai untuk kepentingan mengepel, membersihkan mobil, menyiram tanaman, air untuk toilet. Ada pula yang diperlengkapi alat pengolah air minum, hingga semua air hujan dapat digunakan untuk keperluan air minum.
Jadi contoh aplikasi memanen air hujan yakni keperluan air dibandara Frankfurt Jerman. Keperluan air bandara di pasok lewat air hujan yang dihimpun dari atap bandara itu. Terdapat banyak cara memanen air hujan yang bisa diperkembang di Indonesia jadi negara tropis, baik memanen air hujan yang segera dapat digunakan untuk pemenuhan keperluan air bersih rumah tangga ataupun memenen air hujan untuk isi air tanah.

manen air hujan yakni satu usaha mengelola (menyatukan serta penyimpanan) air hujan untuk penuhi keperluan air bersih periode masa saat ini serta masa yang akan datang, untuk keperluan rumah tangga, pertanian dan pengisian air tanah. Air tanah mesti berisi sistem pengisian alami, tetapi bersamaan dengan pemakaian yang terlalu berlebih, sekarang ini tinggi air tanah tampak alami penurunan lebih dari 4 mtr. di beberapa negara karena ada penambahan yang tetaplah dalam pemakaian air tanah untuk irigasi. Problem ini jadi makin kronis saat kita saksikan ada penambahan populasi masyarakat serta urbanisasi, diperkirakan kalau sumber air tanah juga akan dipakai semuanya pada 2025. Sekarang ini bisa diliat di sekitar kita sumur-sumur jadi kering dimusim kemarau, kwalitas air tanah alami penurunan, air laut mulai menyelinap kedalam lokasi pantai, bersamaan dengan turunnya air tanah. Dari catatan data curah hujan diperoleh alur hujan di beberapa lokasi nusantara ini selalu bertukar pada hujan yang berjangka saat pendek serta berintensitas tinggi hingga menyebabkan banjir dimana-mana.
Pada pengembangannya, cara memanen air hujan dapat juga ditujukan menangani banjir, menangani kekeringan, melakukan perbaikan lingkungan, melakukan perbaikan produksi pertanian, melakukan perbaikan kwalitas serta jumlah air tanah. Oleh karenanya satu usaha memanen air hujan mesti dipandang jadi suatu hal yang perlu untuk dapat selekasnya dikerjakan, karna ini yaitu satu usaha yang murah serta ramah pada lingkungan tetapi begitu berguna hingga juga akan dapat menangani beragam problem yang terkait dengan air di negeri ini.


Di bawah ini beragam cara memanen air hujan yang dapat implementasikan.
1. Kolam pengumpul air hujan
Yakni kolam atau wadah yang dipakai untuk menyimpan air hujan yang jatuh diatap tempat tinggal/talang. Walau cara ini simpel tetapi begitu untungkan, minimum sepanjang musim hujan keperluan basic juga akan air bersihdapat tercukupi karna ada bak penampung. Di beberapa negara, contoh Jepang sudah diperkembang buat kolam tandon di jalan raya (highway). Air hujan yang sudah dipanen digunakan untuk pelihara jalan, menyiram tanaman peneduh disepanjang jalan, juga untuk keperluan air bersih dengan penjernihan yang ideal. Telah waktunya cara ini diperkembang di Indonesia karna potensinya cukup besar.
2. Sumur Resapan
Sumur resapan ini dibuat ditujukan untuk tingkatkan resapan air hujan kedalam tanah pada areal terbuka, lapangan berolahraga, tempat parkir, pekarangan dan lain-lain. Design sumur resapan ini di buat supaya sedimen dari areal sekitaran tidak terikut masuk dalam sumur resapan karna bisa turunkan dampaktivitas resapan serta tingkatkan cost pemeliharaannya. Pada sumur resapan di buat konstruksi bak kontrol sedimen untuk mengendapkan sedimen sebelumnya air hujan masuk kedalam sumur.
Sumur resapan dapat juga di desain jadi drainase jalan raya. Air hujan yang yang jatuh di jalan raya bisa dialirkan kedalam sumur resapan yang di buat pada jarak spesifik selama jalan pinggir jalan raya.
3. Parit resapan
Parit resapan di buat pada areal pertanian atau pekarangan. Air digunakan pada akhir musim hujan.
Parit resapan di tempat pertanian
Di buat sesuai sama kontur tempat, terlebih untuk beberapa daerah yang relatif datar. Parit resapan ini sekalian digunakan untuk budidaya ikan jadi mengkonsumsi protein hewani untuk keluarga petani supaya anak-anak petani jadi cerdas.
Parit resapan pada pekarangan rumah
Umum dimaksud kolam. Biasanya di buat dibuat di samping atau dibelakang tempat tinggal sesuai dengan keadaan yang ada. Di sekitar kolam bisa ditanami tanaman produktif, contoh mangga, pepaya dan lain-lain. Butuh di buat pagar pembatas untuk melindungi keamanan anak-anak yang bermain di sekitar kolam.
4. Ruang resapan air hujan
Pembuatan ruang resapan air hujan adalah satu koreksi pada perubahan belakangan ini dengan terdapatnya permukaaan tanah pekarangan baik dikota ataupun didesa dilapis dengan concrete paving blocks yang dipasang rapat atau mungkin dengan plesteran dari semen hingga beresiko ada penurunan koefisien resapan air hujan kedalam tanah. Langkah yang dikerjakan yakni dengan tutup permukaan tanah pada areal parkir serta areal pejalan kaki dan lain-lain dengan rumput dara. Ini dimaksud porous paving block atau grass block.
5. Tanggul pekarangan
Pembuatan tanggul penahan erosi di pekarangan dengan memakai susunan batu kosong, batu bata, genteng sisa serta tanaman yang melingkari pekarangan. Konstruksi ini satu alur memanen air hujan karna limpahan air hujan juga akan tertahan serta meresap di areal pekarangan serta tidak segera mengalir kesungai hingga bisa menaikkan cadangan air disumur sekelilingnya.
6. Lubang galian tanah
Yaitu lubang pada tanah pekarangan dengan ukuran sekitaran 1m x 2m x 1, 5 m. Terkecuali digunakan untuk resapan air hujan, lubang ini berperan untuk menanam pohon penghijauan atau tempat buang sampah organik, hingga bisa tingkatkan kesuburan tanah pekarangan.
7. Modifikasi Lansekap.
Jadi satu diantara langkah pengganti jaringan drainase satu lokasi yakni dengan buat cekungan-cekungan di beberapa tempat, hingga air hujan bisa tertampung dilokasi itu. Orang-orang di pedesaan momodifikasi lansekap lewat cara buat pari-parit kecil serta cekungan-cekungan dangkal di pekarangan tempat tinggalnya untuk perikanan atau pengawetan bambu/kayu sekalian untuk ornament kebun pekarangan.
8. Penetapan Daerah konservasi air tanah.
Yakni satu tempat atau daerah yang dipilih spesial ditujukan jadi daerah untuk memanen air hujan. Diambil daerah yang memiliki resapan tinggi serta bebas dari kerancuan polutan.
9. Kolam Konservasi air hujan (Kolam tampungan).
Langkah yang dikerjakan pada cara ini yakni memakai limpahan air hujan di satu lokasi ditampung dikolam atau danau buatan dikawasan pemukiman untuk dibuat kembali jadi air minum, bahkan juga dapat untuk keperluan irigasi. Pada lokasi pemukiman ataupun lokasi industri kolam konservasi air tanah ini dipakai untuk kehidupan keseharian bila diwilayah itu alami kekeringan.
10. Revitalisasi danau, Telaga serta situ.
Memanen air hujan dapat juga dikerjakan dengan rencana eko-hidroulika.
Yakni satu usaha untuk melakukan perbaikan serta menyehatkan semua komponen ekologi (floura serta fauna) serta hidroulik – hidrologi (system perairan) penyusun danau, telaga serta situ itu berperan untuk menyimpan air untuk kepentingan keseharian, meresapkan air hujan untuk pengisian air tanah serta sangat mungkin agar bisa diperkembang jadi lokasi ekosistem danau, telaga serta situ yang hidup serta lestari.
11 Rimba serta Tanaman jadi pemanen air hujan
Pohon besar yang ada dihutan ataupun tanaman dapat mendaur ulang air hujan. Mekanisme daur ulang air hujan ini diawali dengan evapotranspirasi, yakni pembentukan awan diwilayah rimba serta awan itu jatuh kembali berbentuk hujan. Sekian selanjutnya. Daur ulang ini yaitu mekanisme peranan rimba dalam memanen air hujan. Dengan 50 %-75 persen air hujan tersirkulasi diwilayah rimba, jadi frekwensi hujan diwilayah itu relatif tinggi, teratur serta musim hujannya relatif panjang. Hujan dengan frekwensi tinggi akan tidak mengakibatkan banjir karna 50%-75% menguap serta cuma 25%-50% mengalir kehilir. Kekeringan juga akan tidak berlangsung karna supply air ke hilir itu diperoleh dengan berkepanjangan dengan musim hujan yang lebih lama. Memanen air hujan dapat juga dikerjakan dengan penghijauan (menanam tanaman) baik diwilayah pedesaan ataupun perkotaan. Banyak tanaman yang tumbuh subur jadi volume air hujan bisa ditampung oleh dedaunan tumbuhan itu. Akar pada tumbuhan bisa tingkatkan intensitas peresapan air dalam tanah serta menjaga air pada ruang perakaran pada musim kemarau selanjutnya.

Misteri Hujan Hewan Darah dan Materi Organik

Misteri Hujan Hewan Darah serta Materi Organik
Saat kita mendengar nama " hujan hewan ", mungkin saja kita selekasnya berasumsi bila sebutan ini yaitu satu idiom. Namun, sebenarnya nama ini betul-betul mencerminkan momen yang sesungguhnya, yakni jatuhnya hewan-hewan seperti ikan atau kodok ke bumi. Meskipun terkait dengan hewan, fenomena ini seringkali dihubungkan dengan fenomena meteorologi. Kita juga akan lihat penyebabnya kelak.


Fenomena ini tidak terbatas pada jatuhnya hewan-hewan saja, tetapi juga materi-materi organik yang lain seperti daging atau darah. Meskipun baru digemparkan belakangan ini oleh sebagian tayangan tv, catatan tentang kehadiran fenomena ini sesungguhnya sudah berjalan mulai sejak beberapa ribu th. yang kemarin.

Misalnya Pliny the elder, seseorang sejarawan Romawi kuno yang hidup pada era ke-1 Masehi, sempat mengatakan tentang ada badai kodok serta ikan. Jadi, fenomena ini terang bukanlah suatu hal yang baru. Lantas, apa yang mengakibatkannya? apakah fenomena ini terkait dengan momen mistik?

Jawabannya yaitu tidak.

Penyebabnya Fenomena

Sempatkah kalian melihat film berjudul Twister? Dari judulnya saja, kita ketahui bila film ini menceritakan tentang tornado. Dalam satu diantara adegan, kita dapat lihat satu tornado bertaraf 5 mengamuk dengan ganas. Tiap-tiap benda yang dilewatinya diisap serta terangkat ke langit, entahkah itu tempat tinggal, pohon, sapi atau bahkan juga satu truk memiliki ukuran besar.





Sesudah sebagian lama terbang di langit, saat kemampuan tornado melemah, benda-benda yang diterbangkannya juga akan terhempas kembali pada bumi. Dengan kata beda berlangsung hujan puing, pohon, truk serta sudah pasti sapi. Sama dengan apa yang digambarkan di film itu, fenomena hujan hewan umumnya dikarenakan oleh angin tornado, baik yang terjadi di darat atau di perairan (waterspout).

Satu diantara gambaran yang meneguhkan rangkuman ini bisa diketemukan pada kutipan berita yang dimuat di satu harian di Minneapolis, Amerika Serikat, pada Juli 1901 : " Saat badai tengah bertiup dengan kencang-kencangnya, tampak satu himpunan besar berwarna hijau seperti tengah turun dari langit, lantas terdengar nada rintik-rintik aneh. Saat badai reda, beberapa masyarakat temukan beragam type katak menutupi ruang seluas lebih dari empat blok, bahkan juga di sebagian ruas jalan, jumlah katak begitu banyak hingga jalan itu tidak bisa dilalui.




Fenomena Hujan Katak

Dalam keadaan badai petir, satu tornado mini dapat terjadi. Saat tornado mini ini bergerak melalui air dimana ada ikan atau kodok, angin ini juga akan mengangkat hewan-hewan itu sampai sejauh sebagian mil. Cepat atau lambat, hewan-hewan itu juga akan jatuh ke bumi. Dalam sebagian masalah, ada hewan yang masih tetap hidup saat jatuh ke bumi. Dalam masalah beda, hewan-hewan itu telah ada dalam keadaan mati atau membeku.

Terkecuali karna tornado yang terjadi di darat, hujan hewan dapat juga dikarenakan oleh tornado yang terjadi di perairan yang umum dimaksud waterspout. Kolom udara ini diprediksikan sudah menghisap hewan-hewan yang berada di air serta membawanya terbang sampai menjatuhkannya ke tempat beda yang berjarak cukup jauh. Ini dapat menerangkan kenapa dalam banyak masalah hujan hewan, cuma diketemukan hewan-hewan air tidak ada benda-benda darat seperti rumput atau kayu.

Hujan hewan yang lain Dari pada fenomena hujan hewan, hujan ikan yaitu yang paling umum berlangsung. Umpamanya, momen hujan ikan di Singapura yang berlangsung pada th. 1861. Lantas di Rhode Island pada th. 1900 atau di India pada th. 2009.

Yang menarik yaitu, fenomena hujan ikan yang berlangsung tiap-tiap th. pada bulan Mei serta Juli di Honduras serta sudah berjalan sepanjang lebih dari 100 th.. Sebelumnya hujan ikan berlangsung, memanglah beberapa masyarakat senantiasa memberikan laporan ada badai petir yang mendahului.




Hujan Ikan Di Honduras

Terkecuali ikan, hewan lainpun tidak luput dari cengkeraman sang tornado. Pada tanggal 1 Agustus 1869, seekor sapi diberitakan jatuh dari langit di California. Momen sama juga dilaporkan pada th. 1876 di Kentucky. Saat ini, dengan terdapatnya tehnologi camera perekam, sapi yang dibawa angin serta jatuh bukanlah sekali lagi suatu hal yang aneh. Ya, meskipun cuma satu ekor, sapi yang jatuh juga dimaksud " hujan sapi ".

Pada th. 1894, di kota Bath, Inggris, berlangsung hujan ubur-ubur. Pada tanggal 6 April 2007, berlangsung hujan laba-laba di propinsi Salta, Argentina. Pada tanggal 11 Juli 2007, berlangsung hujan cacing di Louisiana, Amerika Serikat. Cacing-cacing ini diakui terikut semprotan angin dari Lacassine Bayou yang jaraknya 5 mil dari tempat momen.

Pada Juni 2009, berlangsung hujan ikan serta kecebong di perfektur Ishikawa, Jepang. Momen Ishikawa ini yaitu momen yang paling banyak dikabarkan oleh tv Indonesia belakangan ini. Lantas, pada tanggal 11 Maret 2010, ada momen jatuhnya lebih dari 100 ekor burung jalak di Somerset, Inggris, yang dilaporkan oleh seseorang wanita bernama Julie Knight. Meskipun momen ini belum juga pasti dikarenakan oleh angin, namun momen inipun dapat dikatakan sebagai " hujan burung ".

Tetapi, masih tetap ada satu misteri yang mencakup fenomena hujan hewan. Teori tornado mini memanglah dipandang dapat menjawab langkah membawa hewan-hewan itu ke darat, tetapi beberapa peneliti masih tetap berupaya mengerti kenapa biasanya cuma satu type hewan yang jatuh ke bumi setiap saat hujan. Teka-teki ini masih tetap belum juga memperoleh solusinya sampai sekarang ini.

Hujan Materi Organik

Sama juga dengan fenomena hujan hewan, masih tetap ada bebrapa sisi dari fenomena hujan organik yang belum juga bisa dipahami seutuhnya oleh beberapa peneliti. Satu diantara momen yang terkait dengan hujan materi organik yaitu momen hujan daging fresh yang berlangsung pada tanggal 9 Maret 1876 di Olympia Springs, Amerika Serikat.



Fenomena Hujan Daging

Menurut saksi mata bernama Allen Crouch, potongan-potongan daging kecil berjatuhan dari langit di halaman tempat tinggalnya seperti butiran salju. Dua pria yang mempelajari gumpalan daging itu menyimpulkan bila daging itu peluang yaitu daging menjangan atau domba. Beberapa orang mengira bila daging itu datang dari domba-domba yang tercincang saat terikut angin. Lantas, yang kembali digemparkan pada belakangan ini yaitu hujan merah atau hujan darah Kerala yang berlangsung pada Juli 2001 di India.

Hujan darah pertama kita mesti tahu bila arti " hujan darah " tidak bermakna betul-betul berlangsung hujan darah hewan atau manusia. arti " darah " cuma dipakai untuk mengacu pada materi air yang berwarna merah. Meskipun langka, tetapi momen " hujan darah " bukanlah suatu hal yang asing dalam dunia sains. Misalnya, momen sama sempat juga berlangsung di Columbia pada th. 2008.

Sebagian peneliti sudah memajukan teori tentang hujan merah kerala (berlangsung di Kerala -India). Salah nya ialah teori yang menyebutkan bila materi merah yang bercampur dengan air hujan itu yaitu darah beberapa besar kelelawar yang terbunuh saat melalui badai. Beberapa beda yakin bila warna merah itu yaitu pasir gurun yang terikut angin serta jatuh berbarengan dengan hujan.



Hujan Darah Kerala

Lantas, ada sekali lagi teori yang mengatakan bila partikel merah itu sesungguhnya yaitu debu meteor. Pada masalah " Hujan darah " yang berlangsung di Sisilia pada th. 1872, peneliti berhasil temukan ada kandungan besi merah yang buat mereka ambil rangkuman bila partikel merah itu disebabkan oleh debu meteor.

Beberapa sekali lagi yakin bila warna merah itu mungkin saja dikarenakan oleh semacam bakteri karna momen sama (meskipun bukanlah berbentuk hujan) sempat tampak di Antartika dimana saljunya keluarkan cairan merah seperti darah.

Tetapi, tentang hujan darah Kerala sendiri, pemerintah India dengan Centre for earth Science Studies sudah keluarkan pernyataan resmi bila penyebabnya warna merah itu yaitu spora semacam alga yang termasuk juga kedalam genus Trentepohlia. Alga type ini memanglah terdapat banyak di lokasi Kerala.

Penemuan ini di dukung oleh Seffield University yang dengan Dr Chandra Wickramasinghe sudah lama pelajari spora stratosferik dengan mendalam. Dr Wickramasinghe menyebutkan bila partikel merah pada hujan Kerala serupa seperti jamur karat serta ia juga menyatakan tidak ada darah pada hujan itu.

Tetapi, meskipun penyebabnya warna merah pada air hujan sudah di ketahui, beberapa peneliti masih tetap belum juga dapat meyakinkan bagaimana spora itu dapat menebar dalam jumlah besar. Namun sekurang-kurangnya, kita ketahui bila momen ini sekalipun tidak terkait dengan suatu hal yang mistik.

Momen Nelayan Jepang serta Sapi Langit Adapula satu cerita yang cukup unik. Cerita ini tentang seekor sapi yang jatuh dari langit. Pada th. 1997, Tim penyelamat Jepang berhasil menyelamatkan beberapa nelayan yang sudah berpegangan di puing-puing kapal mereka di laut terlepas sepanjang sebagian jam. Yang menarik yaitu, pernyataan mereka tentang penyebabnya tenggelamnya kapal mereka.

Menurut nelayan-nelayan itu, seekor sapi sudah jatuh dari langit, menerpa kapal mereka serta mengakibatkannya terbenam. Pihak berwenang yang mendengar pernyataan ini menduga mereka tengah bercanda serta selekasnya jadi gusar. Lantas, beberapa nelayan yang malang itu selekasnya dimasukkan kedalam penjara.

Selang beberapa saat, angkatan udara Rusia memberitahukan pada pihak otoritas Jepang bila satu diantara kru mereka sudah mengambil seekor sapi untuk dipotong. Sapi itu lalu dimasukkan kedalam pesawat serta dibawa terbang. Saat pesawat tengah mengudara, sapi itu jadi geram serta mulai mengacaukan kondisi, mungkin saja karna cemas atau mabuk udara.

Untuk menyelamatkan pesawat yang tengah terbang, beberapa kru mengambil keputusan untuk melempar sapi itu keluar. Serta pada akhirnya, kita memperoleh satu kapal penangkap ikan yang terbenam serta beberapa nelayannya yang berjuang memegang puing-puing kapal sembari berupaya merenungkan momen yang barusan menerpa mereka. Ini baru namanya hari yang sial. Jadi, saat kita lihat keluar serta masih tetap lihat tetesan air bening yang turun ke bumi, mungkin saja kita mesti mengucap sukur karena itu (ingat nasib beberapa nelayan Jepang).