Sunday, September 24, 2017

Cara Memanen Air Hujan

Telah terlihat beragam sinyal tanda ada krisis air di beberapa negara di dunia sekarang ini. Rencana memanen air hujan (rain water harvesting) bisa dikerjakan untuk menangani ada krisis air ini. Arti memanen air hujan sesungguhnya datang dari bagian pertanian yang berusaha untuk penuhi keperluan air untuk pertanian.
Sekarang ini, usaha memanen air hujan jadi sisi perlu dalam agenda “global environmental water resources management“ dalam penanggulangan ketimpangan air pada musim hujan serta kemarau, kekurangan supply air bersih masyarakat dunia, dan penanggulangan banjir serta kekeringan.
Dinegara maju sekarang ini ada kecenderungan ‘trend’ buat kolam tandon taraf rumah tangga. Tandon taraf rumah tangga ini dipakai untuk kepentingan mengepel, membersihkan mobil, menyiram tanaman, air untuk toilet. Ada pula yang diperlengkapi alat pengolah air minum, hingga semua air hujan dapat digunakan untuk keperluan air minum.
Jadi contoh aplikasi memanen air hujan yakni keperluan air dibandara Frankfurt Jerman. Keperluan air bandara di pasok lewat air hujan yang dihimpun dari atap bandara itu. Terdapat banyak cara memanen air hujan yang bisa diperkembang di Indonesia jadi negara tropis, baik memanen air hujan yang segera dapat digunakan untuk pemenuhan keperluan air bersih rumah tangga ataupun memenen air hujan untuk isi air tanah.

manen air hujan yakni satu usaha mengelola (menyatukan serta penyimpanan) air hujan untuk penuhi keperluan air bersih periode masa saat ini serta masa yang akan datang, untuk keperluan rumah tangga, pertanian dan pengisian air tanah. Air tanah mesti berisi sistem pengisian alami, tetapi bersamaan dengan pemakaian yang terlalu berlebih, sekarang ini tinggi air tanah tampak alami penurunan lebih dari 4 mtr. di beberapa negara karena ada penambahan yang tetaplah dalam pemakaian air tanah untuk irigasi. Problem ini jadi makin kronis saat kita saksikan ada penambahan populasi masyarakat serta urbanisasi, diperkirakan kalau sumber air tanah juga akan dipakai semuanya pada 2025. Sekarang ini bisa diliat di sekitar kita sumur-sumur jadi kering dimusim kemarau, kwalitas air tanah alami penurunan, air laut mulai menyelinap kedalam lokasi pantai, bersamaan dengan turunnya air tanah. Dari catatan data curah hujan diperoleh alur hujan di beberapa lokasi nusantara ini selalu bertukar pada hujan yang berjangka saat pendek serta berintensitas tinggi hingga menyebabkan banjir dimana-mana.
Pada pengembangannya, cara memanen air hujan dapat juga ditujukan menangani banjir, menangani kekeringan, melakukan perbaikan lingkungan, melakukan perbaikan produksi pertanian, melakukan perbaikan kwalitas serta jumlah air tanah. Oleh karenanya satu usaha memanen air hujan mesti dipandang jadi suatu hal yang perlu untuk dapat selekasnya dikerjakan, karna ini yaitu satu usaha yang murah serta ramah pada lingkungan tetapi begitu berguna hingga juga akan dapat menangani beragam problem yang terkait dengan air di negeri ini.


Di bawah ini beragam cara memanen air hujan yang dapat implementasikan.
1. Kolam pengumpul air hujan
Yakni kolam atau wadah yang dipakai untuk menyimpan air hujan yang jatuh diatap tempat tinggal/talang. Walau cara ini simpel tetapi begitu untungkan, minimum sepanjang musim hujan keperluan basic juga akan air bersihdapat tercukupi karna ada bak penampung. Di beberapa negara, contoh Jepang sudah diperkembang buat kolam tandon di jalan raya (highway). Air hujan yang sudah dipanen digunakan untuk pelihara jalan, menyiram tanaman peneduh disepanjang jalan, juga untuk keperluan air bersih dengan penjernihan yang ideal. Telah waktunya cara ini diperkembang di Indonesia karna potensinya cukup besar.
2. Sumur Resapan
Sumur resapan ini dibuat ditujukan untuk tingkatkan resapan air hujan kedalam tanah pada areal terbuka, lapangan berolahraga, tempat parkir, pekarangan dan lain-lain. Design sumur resapan ini di buat supaya sedimen dari areal sekitaran tidak terikut masuk dalam sumur resapan karna bisa turunkan dampaktivitas resapan serta tingkatkan cost pemeliharaannya. Pada sumur resapan di buat konstruksi bak kontrol sedimen untuk mengendapkan sedimen sebelumnya air hujan masuk kedalam sumur.
Sumur resapan dapat juga di desain jadi drainase jalan raya. Air hujan yang yang jatuh di jalan raya bisa dialirkan kedalam sumur resapan yang di buat pada jarak spesifik selama jalan pinggir jalan raya.
3. Parit resapan
Parit resapan di buat pada areal pertanian atau pekarangan. Air digunakan pada akhir musim hujan.
Parit resapan di tempat pertanian
Di buat sesuai sama kontur tempat, terlebih untuk beberapa daerah yang relatif datar. Parit resapan ini sekalian digunakan untuk budidaya ikan jadi mengkonsumsi protein hewani untuk keluarga petani supaya anak-anak petani jadi cerdas.
Parit resapan pada pekarangan rumah
Umum dimaksud kolam. Biasanya di buat dibuat di samping atau dibelakang tempat tinggal sesuai dengan keadaan yang ada. Di sekitar kolam bisa ditanami tanaman produktif, contoh mangga, pepaya dan lain-lain. Butuh di buat pagar pembatas untuk melindungi keamanan anak-anak yang bermain di sekitar kolam.
4. Ruang resapan air hujan
Pembuatan ruang resapan air hujan adalah satu koreksi pada perubahan belakangan ini dengan terdapatnya permukaaan tanah pekarangan baik dikota ataupun didesa dilapis dengan concrete paving blocks yang dipasang rapat atau mungkin dengan plesteran dari semen hingga beresiko ada penurunan koefisien resapan air hujan kedalam tanah. Langkah yang dikerjakan yakni dengan tutup permukaan tanah pada areal parkir serta areal pejalan kaki dan lain-lain dengan rumput dara. Ini dimaksud porous paving block atau grass block.
5. Tanggul pekarangan
Pembuatan tanggul penahan erosi di pekarangan dengan memakai susunan batu kosong, batu bata, genteng sisa serta tanaman yang melingkari pekarangan. Konstruksi ini satu alur memanen air hujan karna limpahan air hujan juga akan tertahan serta meresap di areal pekarangan serta tidak segera mengalir kesungai hingga bisa menaikkan cadangan air disumur sekelilingnya.
6. Lubang galian tanah
Yaitu lubang pada tanah pekarangan dengan ukuran sekitaran 1m x 2m x 1, 5 m. Terkecuali digunakan untuk resapan air hujan, lubang ini berperan untuk menanam pohon penghijauan atau tempat buang sampah organik, hingga bisa tingkatkan kesuburan tanah pekarangan.
7. Modifikasi Lansekap.
Jadi satu diantara langkah pengganti jaringan drainase satu lokasi yakni dengan buat cekungan-cekungan di beberapa tempat, hingga air hujan bisa tertampung dilokasi itu. Orang-orang di pedesaan momodifikasi lansekap lewat cara buat pari-parit kecil serta cekungan-cekungan dangkal di pekarangan tempat tinggalnya untuk perikanan atau pengawetan bambu/kayu sekalian untuk ornament kebun pekarangan.
8. Penetapan Daerah konservasi air tanah.
Yakni satu tempat atau daerah yang dipilih spesial ditujukan jadi daerah untuk memanen air hujan. Diambil daerah yang memiliki resapan tinggi serta bebas dari kerancuan polutan.
9. Kolam Konservasi air hujan (Kolam tampungan).
Langkah yang dikerjakan pada cara ini yakni memakai limpahan air hujan di satu lokasi ditampung dikolam atau danau buatan dikawasan pemukiman untuk dibuat kembali jadi air minum, bahkan juga dapat untuk keperluan irigasi. Pada lokasi pemukiman ataupun lokasi industri kolam konservasi air tanah ini dipakai untuk kehidupan keseharian bila diwilayah itu alami kekeringan.
10. Revitalisasi danau, Telaga serta situ.
Memanen air hujan dapat juga dikerjakan dengan rencana eko-hidroulika.
Yakni satu usaha untuk melakukan perbaikan serta menyehatkan semua komponen ekologi (floura serta fauna) serta hidroulik – hidrologi (system perairan) penyusun danau, telaga serta situ itu berperan untuk menyimpan air untuk kepentingan keseharian, meresapkan air hujan untuk pengisian air tanah serta sangat mungkin agar bisa diperkembang jadi lokasi ekosistem danau, telaga serta situ yang hidup serta lestari.
11 Rimba serta Tanaman jadi pemanen air hujan
Pohon besar yang ada dihutan ataupun tanaman dapat mendaur ulang air hujan. Mekanisme daur ulang air hujan ini diawali dengan evapotranspirasi, yakni pembentukan awan diwilayah rimba serta awan itu jatuh kembali berbentuk hujan. Sekian selanjutnya. Daur ulang ini yaitu mekanisme peranan rimba dalam memanen air hujan. Dengan 50 %-75 persen air hujan tersirkulasi diwilayah rimba, jadi frekwensi hujan diwilayah itu relatif tinggi, teratur serta musim hujannya relatif panjang. Hujan dengan frekwensi tinggi akan tidak mengakibatkan banjir karna 50%-75% menguap serta cuma 25%-50% mengalir kehilir. Kekeringan juga akan tidak berlangsung karna supply air ke hilir itu diperoleh dengan berkepanjangan dengan musim hujan yang lebih lama. Memanen air hujan dapat juga dikerjakan dengan penghijauan (menanam tanaman) baik diwilayah pedesaan ataupun perkotaan. Banyak tanaman yang tumbuh subur jadi volume air hujan bisa ditampung oleh dedaunan tumbuhan itu. Akar pada tumbuhan bisa tingkatkan intensitas peresapan air dalam tanah serta menjaga air pada ruang perakaran pada musim kemarau selanjutnya.

No comments:

Post a Comment